Pamsimas Penuhi Kebutuhan Air Warga

Rabu, 13 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 48 detik.
image
Pamsimas Penuhi Kebutuhan Air Warga

MERANTI - Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Salah satunya, dilakukan melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur merupakan satu dari puluhan desa penerima program Pamsimas di Kabupaten Kepulauan Meranti. Program ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sangat membantu sekali. Terutama bagi kami di Desa Sungai Tohor yang agak sulit mendapatkan air bersih, meski hanya untuk mandi. Terlebih di musim kemarau," kata Kepala Desa Sungai Tohor, Efendi, Selasa (12/3/2019).

Pihaknya sangat mendukung program Pamsimas ini. Bentuk dukungan Pemerintah Desa terhadap program tersebut, seperti menganggarkan pembelian pipa untuk menyalurkan air Pamsimas ke seluruh rumah warga.

"Kalau pipa bantuan dari program Pamsimas itu hanya bisa menyalurkan sekitar 50-60 rumah warga. Kemudian kita anggarkan pembelian pipa melalui anggaran desa. Saat ini, pipa air tersebut sudah menjangkau ke seluruh rumah warga yang berjumlah lebih dari 200 kepala keluarga," jelas dia.

Diakuinya, saat ini air Pamsimas di Desa Sungai Tohor memang belum bisa langsung digunakan untuk minum. Itu disebabkan kondisi alam di daerah tersebut.

"Daerah kitakan tanah gambut, air yang dihasilkan juga air merah. Ya, kalau memang bisa diolah menjadi layak minum, kita sangat mendukung," ujarnya.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri mengatakan, di Kepulauan Meranti program Pamsimas sudah ada sejak tahun 2014. Dan saat ini, sarana air bersih tersebut sudah dibangun di 53 desa dari 101 desa dan kelurahan di Meranti.

"Tahun 2019 ini, kita kembali mengajukan pembangunan 26 unit Pamsimas untuk 26 desa. Mudah-mudahan program ini masih berjalan pada tahun 2020 mendatang," ujar dia.

Syaiful tak menafikan jika ada beberapa desa yang Pamsimas tidak berjalan secara optimal. Menurutnya hal tersebut disebabkan beberapa kendala teknis di lapangan.

"Tak banyak, palingan sekitar enam desa. Dan, akan tetap kita upayakan agar optimal," bebernya.

Masing-masing desa penerima Pamsimas, terdapat Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP SPAMS). Syaiful berharap, BP SPAMS bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dalam mengelola serta mengembangkan sarana yang telah dibangun.

"Kita maklumi dengan kondisi alam di Meranti. Sehingga, Pamsimas di desa belum memanfaatkannya untuk minum. Karenanya, kita terus mendorong desa untuk berinovasi dalam mengembangkan fasiltas tersebut," pungkas Syaiful.(Humas/008)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti