Meski Meningkat, DBD Masih Normal
Rabu, 31 Juli 2019. Waktu baca 1 menit 26 detik.
Meski Meningkat, DBD Masih Normal
MERANTI – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mulai meningkat. Beruntung hingga kini belum ada korban jiwa.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Diskes, Muhammad Fakri mengungkapkan total penderita DBD dalam satu semester Tahun 2019 sebanyak 29 orang. Yang terbanyak terjadi dalam Bulan Juni sebanyak 10 kasus.
“Memang jumlah penderita sudah banyak. Namun masih normal. Apalagi, saat peningkatan kasus kemarin pada Bulan Juni memang sedang terjadi musim pancaroba atau peralihan antara musim hujan dan kemarau,”ujarnya.
Secara rinci, Fakhri menyebutkan pada Bulan Januari terjadi sebanyak 5 kasus DBD, Bulan Februari sebanyak 2 kasus, Maret sebanyak 2 kasus, April 6 kasus, Mei sebanyak 4 kasus dan Bulan Juni sebanyak 10 kasus.
“Walaupun masih normal, kami akan melakukan upaya massif dalam pencegahan DBD. Terutama upaya membersihkan lingkungan saat musim hujan. Sehingga DBD bisa dicegah,” sebutnya.
Selain upaya membersihkan lingkungan, upaya memberantas jentik nyamuk dengan bubuk abate juga masih terus dilakukan. Termasuk upaya melakukan foging bagi daerah yang sudah terdapat kasus.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan bubuk abate bisa memintanya ke Puskesmas terdekat. Artinya, berbagai cara untuk mengatasi DBD sudah siap dilakukan. Tinggal dukungan masyarakat itu sendiri,” katanya.
Secara keseluruhan, wilayah yang paling rawan DBD yakni di Kota Selatpanjang. Karena disejumlah wilayah, lingkungannya masih kotor. Jadi diperlukan upaya bersama dalam membersihkan lingkungan.
“Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru melakukan upaya membersihkan lingkungan. Jadi mari kita mulai dari membersihkan dilingkungan tempat kita masing-masing,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan, Asrul Meldi menyebutkan bahwa DBD menjadi ancaman serius di Meranti. Karena hampir seluruh masyarakat di Meranti menggunakan bak penampungan air. Sehingga menjadi tempat nyamuk bertelur.
“Air tergenang menjadi tempat terbaik nyamuk untuk bersarang. Jadi jika kita waspadai bersama, tentunya upaya antisipasi bisa kita lakukan,”katanya. (humas/017)
Kategori
Topik
Bagikan