Mesin Pembuat Pakan Ikan Akan Diusulkan ke Pusat

Jumat, 22 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 26 detik.
image
Mesin Pembuat Pakan Ikan Akan Diusulkan ke Pusat

MERANTI - Untuk menjawab keluhan kelompok budidaya ikan air payau dan asin mendapatkan pakan, melalui Dinas Perikanan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti akan mengajukan usulan mesin pengolahan pakan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

Seperti yang disampaikan Kabid Budidaya Dinas Perikanan Ishak. Ia mengaku sangat membutuhkan mesin dalam menyelesaikan sulitnya mendapatkan pakan.

 

Menurutnya hingga saat ini seluruh kelompok dan masyarakat budi daya ikan di Meranti masih sulit mendapatkan pakan dengan harga yang terjangkau.  

 

"Soalnya sejauh ini mereka memasok pakan dari Pekanbaru dan Medan. Mahalnya harga pakan disebabkan tingginya biaya pengiriman. Seperti di Pekanbaru harganya Rp 350 ribu, tiba di meranti bisa mencapai Rp 470 ribu. Jika kita ada mesin pengelolahan, kelompok bisa mendapatkan harga yang relatif murah," ujarnya.

 

Disebutkannya pakan masih menjadi komponen yang memiliki biaya terbesar dalam usaha budidaya ikan. Jika dipersentasikan mencapai 70% hingga 80%. Untuk itu, menurutnya ketersediaan pakan yang berkualitas dan terjangkau sangat diharapkan.

 

Saat ini Dinas Perikaan sedang menyususun naskah usulannya. "2019 ini kita usulkan, dan 2020 bisa dikucurkan bantuannya melalui dana alokasi khusus (DAK)," ungkapnya.

 

Kondisi sulitnya mendapatkan pakan dengan harga yang relatif terjangkau sempat dikeluhkan oleh pembudidaya ikan di kabupaten Kepulauan Meranti. Adalah Amran (34) warga Desa Lalang Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Meranti.

 

Sebagai pembudidaya ikan lele, ia tidak menyangkal kebenaran atas harga pakan yang dibeberkan oleh Ishak. Menurutnya harga pakan benar benar cukup membebani pengeluarannya, yang mengakibatkan tingginya biaya produksi.

 

"Jangan haran kalau harga ikan yang kami jual mahal. hal itu diakibatkan mahalnya harga pellet (pakan) yang mahal. Mahalnya harga pakan tersebut diakibatkan cost pengiriman dari pekanbaru," ungkapnya.

 

Jika pemerintah berencana membangun pabrik pengolahan pakan ikan, menurutnya perlu diapresiasi. Pasalnya dengan melimpahnya keberadaan ikan lucah di Meranti dapat dijadikan sebagai bahan pokok untuk memproduksi pelet yang berkualitas. (humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti