Meranti Selalu Terbuka Untuk Investor
Selasa, 8 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 42 detik.
Meranti Selalu Terbuka Untuk Investor
MERANTI - -Dalam upaya pengembangan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya membuka ruang terhadap keberadaan investor.
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Irwan Nasir menjelaskan investasi yang ditanam oleh para pengusaha memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat lokal. Mulai dari serapan tenaga kerja hingga dampak positif dari adanya Corporate Sosial Responsibility (CSR).
"Pengaruhnya jelas. Terutama dalam pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sosial keagamaan. Yang paling penting pendapatan daerah," ungkapnya.
Sebagai kabupaten termuda yang belum lama dimekarkan, Kepulauan Meranti memang memiliki berkah sumber daya alam yang cukup. Terlebih pada letak geografis daerah yang sangat stategis di jalur perdagaangan Selatmalaka.
Untuk itu secara konsisten Pemkab Meranti masih berupaya menjadikan daerahnya sebagai percontohan yang baik bagi pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Riau.
"Namun semua itu tidak berjalan dengan gampang. Melainkan harus melalui sebuah proses yang berkesinambungan dengan didukung konsistensi hingga peran dari semua pihak," ujarnya.
Keinginan itu jauh hari sudah tertuang dalam visi dan misi daerah.
"Menjadikan Kepulauan Meranti sebagai kawasan niaga yang maju dan unggul dalam tatanan masyarakat yang madani. Itu visi kita," ungkap Bupati Irwan.
Data yang dilansir Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Tansmigrasi Meranti, ada 1146 perusahaan industri kecil hingga besar yang beroperasi. Tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari Kecamatan Tebingtinggi, Tebingtinggi Barat, Rangsang dan Rangsang Pesisir. Kemudian Kecamatan Rangsang Barat, Merbau hingga ke Tasik Putri Puyu.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Syarifuddin Y Kai mengaku jumlah UMKM dan perusahaan yang telah beroperasi di Meranti belum mampu mengatasi pengangguran dengan signifikan.
Data terakhir, tingkat pengangguran di Meranti setara 9,38 persen tenaga kerja produktif dari umur 15 tahun sampai 60 tahun.
"Totalnya terdapat 8900 orang tenaga kerja produktif," ujar Syarifuddin.
Untuk itu para investor tidak perlu khawatir untuk mendapatkan tenaga kerja, dari jumlah tersebut terdapat 80 persen diantaranya dinilai tenaga kerja profesional.
Selain itu dalam penerbitan izin, saat ini dinas terkait terus mendorong inovasi perbaikan dalam peningkatan pelayanan. Seperti Sistem Online Single Submission (OSS), yakni layanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (PBTSE) yang mengedepankan birokrasi yang mudah dan tidak berbelit-belit. (Humas/003).
Kategori
Topik
Bagikan