Melalui Program Unggulan, SMAN 1 Cetak Siswa Berakhlak

Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 2 menit 5 detik.
image
Melalui Program Unggulan, SMAN 1 Cetak Siswa Berakhlak

MERANTI--Krisis akhlak dan berbagai persoalan yang melanda peserta didik saat ini menjadi fenomena sosial yang cukup memprihatinkan. Karenanya, diperlukan upaya inovatif agar peserta didik ready for life di era globalisasi dengan manajemen yang handal.

Cara-cara itulah yang saat ini sedang dilakukan di SMA Negeri 1 Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebagai salah satu sekolah rujukan di Provinsi Riau, SMA Negeri 1 Tebingtinggi tidak hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas sekolah, seperti labor dan lainnya. Agar proses pendidikan akhlak dapat berjalan secara optimal, pemanfaatan dan pemberdayakan semua lingkungan belajar juga dilakukan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tebingtinggi Poyadi M.Pd, mengatakan bahwa fasilitas  laboratorium di sekolah yang dipimpinnya itu sudah sangat memadai. Selain labor bahasa dan komputer, juga terdapat tiga labor lagi yang dikhususkan pada Jurusan IPA, seperti  Laboratorium Kimia, Fisika dan Biologi.

Meski belum secanggih laboratorium di universitas, setidaknya dalam mendukung proses belajar-mengajar di sekolah sangatlah memadai. Bahkan, untuk tingkat kabupaten laboratorium SMAN 1 tergolong laboratorium terlengkap di Meranti.

Hal senada juga disampaikan Waka Kurikulum Fadilah SSi. Menurut dia, saat ini ada 800 siswa yang sedang menuntut ilmu di SMAN 1 Tebingtinggi. Sesuai Visi Misi Sekolah,  yakni mendidik anak agar berakhlak prima, sopan, santun, salam dan sapa sesuai adat orang Timur, SMAN 1 juga menerapkan kurikulum tahun 2013 yang merupakan Kurikulum Nasional dalam meningkatkan karakter dan literasi peserta didik.

Program literasi dimaksud bukanlah hanya sekedar membaca, tapi SMA 1 juga mendatangkan narasumber untuk pembinaaan rohani, baik untuk siswa beragama Islam, Nasrani, juga bagi siswa beragama lainnya.
Sedangkan untuk peningkatan SDM, SMA 1 Tebingtinggi juga melakukan pengembangan Tim Olimpiade. Caranya dengan membentuk pengurus atau pembimbing siswa-siswi yang mengikuti olimpiade, sesuai jumlah mata pelajaran yang dilombakan.

"Pada ajang olimpiade, dikarenakan ketatnya persaingan atau kalah dari sisi pembinaan, maka SMAN 1 Tebingtinggi hanya mampu mencapai tingkat provinsi. Namun ke depan, kita akan berupaya menerobos sampai ke pusat", ungkap alumni FMIPA UNRI ini.

Tidak hanya itu, SMAN 1 Tebingtinggi juga memiliki program muatan lokal berupa seni. Tidak hanya tari, tetapi juga musik, dan seni lainnya.  Program ini digagas agar siswa lebih berkarakter dan mencintai budaya Melayu yang mulai tergerus oleh kemajuan dan perkembangan zaman.

"Dengan upaya inovatif dan program unggulan, kita harapkan kelak mampu menciptakan siswa berakhlak mulia dan terhindar dari Narkoba dan LGBT yang akhir-akhir ini sangat meresahkan warga Meranti", tambah Fadilah.

Dia juga yakin bahwa apa yang mereka lakukan sejalan dengan keinginan pemerintah. Apalagi Kabupaten Kepulauan Meranti yang begitu komitmen dan telah membentuk tim khusus guna menangkal perilaku menyimpang di kalangan remaja dan terus melakukan sosialisasi di sekolah mengenai dampak Narkoba dan LGBT, baik dari sisi kesehatan dan agama.(Humas/018)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti