Manfaatkan Potensi Lokal Untuk Kejar Ketertinggalan
Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 2 menit 12 detik.
Manfaatkan Potensi Lokal Untuk Kejar Ketertinggalan
MERANTI – Walaupun kondisi terkini Kabupaten Kepulauan Meranti masih dibawah Kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau, namun jika melihat persentase perkembangan daerah dilihat saat awal pemekaran sudah mampu mengejar ketertinggalannya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berusaha bangkit dengan berusaha memanfaatkan secara maksimal dari potensi yang ada didaerah.
Kepulauan Meranti dari tahun ke tahun sudah mulai menunjukkan eksistensi kejayaannya kepada publik. Perubahan dari sudut kota hingga pelosok desa mulai terealisasi dengan baik, walaupun belum mencapai dengan target yang direncanakan.
“Memang butuh kesabaran. Karena persoalan daerah sangat komplek. Secara bertahap kita upayakan untuk mengejar ketertinggalan daerah,” ungkap Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi.
Menurutnya banyak pihak yang meragukan bahwa Meranti bisa eksis dan maju. Baik dari sisi keuangan, maupun dalam melaksanakan pembangunan. Namun dengan keyakinan dan memiliki dasar kajian akademis serta politis daerah ini memiliki kekuatan dan sumberdaya yang besar untuk membiayai pemerintahan dan mensejahterakan masyarakatnya.
"Kita berhasil membuktikan bahwa kita mampu untuk membangun daerah. Ini sudah terbukti. Alhamdulillah kita bisa terus meningkatkan pembangunan daerah dan mensejahterakan masyarakat ," katanya.
Ditegaskannya, kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Kepulauan Meranti sangat menjanjikan. Selain memiliki hasil perkebunan berupa sagu dengan luas mencapai 61,114 hektar dengan produksi mencapai 205.051 ton per tahun Meranti juga memiliki perkebunan kelapa dengan total luas areal 31,653 hektar dengan jumlah produksi sekitar 10,099,946 ton per tahun. Kemudian Kopi Liberika meranti yang memiliki luas sekitar mencapai 1,246 hektar dengan produksi mencapai 1,710,422 ton per tahun, dan potensi karet dengan luas 20,636 hektar dengan kapasitas produksi mencapai 10,099,946 ton per tahun.
"Dengan potensi SDA yang kita miliki, Kepulauan Meranti berpeluang menjadi pemasok utama bahan pangan ke pasar dunia melalui Malaysia dan Singapura. Faktanya komoditas lokal sudah sejak lama menjadi andalan ekspor yakni arang, kopi, dan sagu," ungkap Irwan.
Disebutkan orang nomor satu di Meranti itu, proses untuk membangun daerah memiliki tantangan yang cukup berat. Apalagi dibandingkan dengan daerah tetangga yang memiliki tingkat kesulitan lebih ringan dibandingkan Meranti. Dengan tantangan tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk terus berbenah, membangun dan berhias demi menggapai cita-cita bersama.
"Tantangan yang paling pokok adalah dalam menuntaskan kemiskinan di Meranti yang berada diangka 43 persen. Angka tinggi diawal pemekaran Kepulauan Meranti tersebut disebabkan oleh minimnya infrastruktur dan akses perekonomian. Namun dengan kegigihan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan, angka kemiskinan tersebut terus-menerus dapat ditekan dari tahun ke tahun, yang saat ini menjadi 28.99 persen," terang Irwan.
Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Fauzi Hasan SE mengaku tantangan dalam membangun Meranti memang sangat berat. Namun jika dihadapi secara bersama, akan terasa lebih ringan.
“Pemerintah harus bisa mengkolaborasikan diri dengan berbagai unsur yang ada di Meranti. Termasuk dengan pihak swasta dan dunia usaha. Sehingga tantangan yang berat dalam membangun daerah bisa diatasi secara bersama,” terang Politisi PAN itu. (humas/017)
Kategori
Topik
Bagikan