Kelezatan Sempolet Khas Meranti Membuat Ketagihan
Jumat, 23 November 2018. Waktu baca 1 menit 44 detik.
Kelezatan Sempolet Khas Meranti Membuat Ketagihan
KEPULAUAN MERANTI - Tanaman sagu menjadi potensi terbesar di Kabupaten Kepulauan Meranti. Bahkan banyak makanan turunan yang berhasil diciptakan masyarakatnya.
Salah satunya sempolet. Kuliner khas Kepulauan Meranti itu turut mengantarkan Provinsi Riau juara II di ajang Festival Kuliner Nusantara. Festival itu merupakan salah satu serangkaian acara dalam rangka HUT Ke 42 Taman Mini Indoensia Indah (TMII) yang digelar pada April 2017 lalu.
Sempolet sebenarnya adalah makanan khas tradisonal masayarakat Melayu pesisir yang terbuat dari tepung sagu. Sekilas, tekstur sempolet sangat mirip seperti sup kental juga mirip makanan khas Papua, Papeda. Jika Papeda dinikmati bersama ikan, Sempolet justru variatif.
Biasanya, Sempolet dimasak bersamaan dengan pakis, siput, sotong atau udang serta sejumlah perencah. Pedas dan citra rasa seafood itulah yang membedakan Sempolet dengan Papeda.
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan mengungkapkan, makanan terbuat dari sagu ini sempat membuat para pengunjung Festival Kuliner Nusantara ketagihan. Bahkan kata Irwan, ada sejumlah pengunjung asal Jepang yang nambah berkali-kali.
"Alhasil, dua dandang Sempolet yang disajikan dalam festival itu habis tak berbekas," sebut Bupati.
Irwan juga mendorong seluruh restoran dan hotel memasukkan kuliner berbahan sagu dalam daftar menu mereka, baik sempolet maupun kuliner berbahan sagu lainnya. Dengan demikian, kuliner khas Meranti bisa dikenal oleh pengunjung.
"Ada 360 lebih jenis kuliner berbahan sagu di Meranti, hotel dan restoran bisa bantu kenalkan ke para pengunjungnya," tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan, Jaka Insita menjelaskan kegiatan untuk memperkenalkan produk berbahan sagu terus dilakukan. Termasuk menggandeng TP PKK ditingkat Kabupaten sampai ketingkat Kecamatan.
"Kegiatan memperkenalkan berbagai produk berbahan sagu kita laksanakan mulai dari tingkat Desa sampai dengan tingkat Nasional. Sehingga nantinya bisa dikenal dan diminati. Dengan begitu tujuan agar makanan berbahan sagu jadi pangan unggulan bisa tercapai, " katanya.
Digagasnya kuliner khas masuk dalam daftar menu direstoran hotel disambut baik oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Meranti, R Uyung Permadi S.
Menurut Uyung, dimasukkannya kuliner khas Meranti di restoran dan hotel akan menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, para pengunjung selalu mencari kuliner khas di daerah yang ia datangi.
"PHRI sangat menyambut baik imbauan pak bupati. Saat ini sejumlah hotel dan restoran di Meranti sudah menerapkannya," kata Uyung. *
Kategori
Topik
Bagikan