Kawasan Hutan Mangrove Bisa Jadi Sumber Pendapatan Desa
Minggu, 14 April 2019. Waktu baca 1 menit 7 detik.
Kawasan Hutan Mangrove Bisa Jadi Sumber Pendapatan Desa
MERANTI - Kawasan hutan mangrove atau bakau yang terdapat di sejumlah desa di Kepulauan Meranti, bila ditata dengan tepat, dapat diberdayakan menjadi lokasi pariwisata konservasi alam. Dengan menjadi lokasi wisata, maka hal itu juga bisa menambah sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rizki Hidayat mengimbau kepada masyarakat Kepulauan Meranti untuk menjaga dan melestarikan mangrove. Pasalnya, tanaman khas pantai tersebut berpotensi dijadikan ekowisata mangrove yang sangat menguntungkan. Pemerintah desa juga bisa menarik karcis kepada pengunjung yang datang ke ekowisata mangrove.
"Kita bisa lihat di berbagai desa di daerah lain, mangrove mereka dikelola menjadi obyek wisata yang sangat menguntungkan dan bisa menambah pemasukan bagi desa. Padahal hutan mangrove mereka tidak seluas di Kepulauan Meranti," ujar Rizki Hidayat.
Menurut Rizki, hanya beberapa desa saja yang tampak serius mengembangkan mangrove menjadi obyek wisata. Padahal, sebagian besar wilayah perdesaan di Kepulauan Meranti memiliki hutan mangrove.
"Hutan mangrove tumbuh merata di hampir seluruh desa, namun animo masyarakat untuk mengelola menjadi ekowisata masih kurang," ujarnya.
Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra mengatakan pelestarian mangrove untuk desa wisata mangrove sangat perlu dilakukan oleh masyarakat dan melibatkan pemerintah desa melalui Peraturan Desa yang didukung oleh OPD terkait.
"Inovasi ini sangat bagus guna menambah pendapatan bagi desa dan masyarakat setempat, namun OPD terkait perlu melakukan pengawasan dan pembinaan," ungkap Dedi. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan