Karhutla Belum Berdampak Terhadap Kesehatan Masyarakat Meranti

Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 35 detik.
image
Karhutla Belum Berdampak Terhadap Kesehatan Masyarakat Meranti

MERANTI-Dinas Kesehatan (Dinkes) mengungkapkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di dua kecamatan Kepulauan Meranti belum berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Dikatakan Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Kepulauan Meranti Muhammad Fahri, SKM. Selasa (6/8/19) sore, jumlah penderita Impeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) di daerahnya pada Minggu pertama Agustua 2019 ini, sebanyak 232 kasus.

Walaupun demikian, Fahri menjelaskan jumlah tersebut belum bisa dikatakan signifikan terhadap jumlah penderita ISPA di daerah setempat, walaupun beberapa hari terkahir telah terjadi Karhutla.

Dikatakannya jumlah kasus baru bisa dibilang meningkat secara signifikan bila jumlah kasusnya bertambah tiga kali lipat lebih besar dalam pergantian bulan.

"Sampai saat ini belum ada peningkatan jumlah siginifikan terhadap penderita ISPA di Kepulauan Meranti. Pasalnya jumlah penderita masih normal," ungkap Fahri.

Hingga saat inipun pihaknya belum ada mendirikan posko khusus untuk menangani kesehatan di wilayah Meranti yang terkena dampak kebakaran.

Walaupun demikian, dalam beberapa hari mendatang pihaknya akan mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh puskemas di Kepulauan Meranti untuk memantau dampak terhadap kesehatan masyarakat atas serangan ISPA. Terutama di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tebingtinggi Barat dan Kecamatan Rangsang yang saat ini sedang mengalami Karhutla.

Dijelaskannya, saat ini penderita ISPA di Kepulauan Meranti tidak hanya disebabkan oleh pengaruh asap. Impeksi saluran pernapasan juga bisa disebabkan influensa, alergi, bakteri udara panas, merokok, kurangnya minum sehingga dehidra, kurang konsumsi buah dan lainnya.

Untuk itu dirinya berharap dengan kondisi kebakaran dan cuaca panas ekstrim saat ini, masyarakat bisa lebih menjaga kesehatan dan mengantisipasi dini agar terhindar penyakit tersebut.

Terpisah Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Fauzi Hasan menyambut baik upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Kepualauan Meranti dalam bertindak cepat guna memberi himbauan kepada seluruh Puskesmas untuk memantau kwalitas kesehatan dampak dari buruknya udara di Riau saat ini.

"Walaupun di Meranti masih terlihat aman status udaranya, namun harus ada langkah dari kita dalam mengantisipasi meningkatnya penderita ISPA. Pasalnya status udara di Riau saat ini terpantau sangat buruk atas Karhutla. Minimal ada upaya kita untuk melakukan pencegahan secara dini," ungkapnya. (hms/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti