Jumlah Bumdes di Meranti Meningkat
Jumat, 1 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 44 detik.
Jumlah Bumdes di Meranti Meningkat
MERANTI - Upaya Pemkab Kepulauan Meranti, Riau memandirikan desa dalam hal keuangan dengan membuat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) terus dilakukan. Tahun 2019 ini tercatat 43 desa sudah memiliki Bumdes.
"Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 27 Bumdes saja," kata Sabaruddin S.Sos, M.Si, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kepulauan Meranti.
Adanya regulasi terkait upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan desa melalui BUMDes, menurutnya memberikan kesadaran aparatur desa untuk mengelola potensi menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes)
"Jika itu berjalan, maka mendatang setiap desa bisa mandiri dan tidak ketergantungan terhadap ADD dan DD," ujar Sabar.
Walaupun demikian, ia mengaku Bumdes yang terdata saat ini masih minim dengan sektor baru. Pasalnya, sebagian masih bergerak di sektor simpan pinjam, kredit barang rumah tangga, pengelolaan air bersih, serta listrik desa.
"Padahal sangat banyak potensi desa lainnya yang bisa dikelola oleh desa. Harus sinkron dengan potensi yang ada. Jika sektor alamnya baik, seperti lautnya, ya manfaatkan dengan bergerak di sektor budi daya ikan, dan sebagainya," ungkap Sabar.
Menurutnya, saat ini masih banyak pemerintah desa yang masih fokus pada pembangunan fisik saja dari dana desa dan melupakan pentingnya peran Bumdes.
"Memang harus sering minta petunjuk dengan dinas teknis. Jika potensi kelautannya melimpah, minimal harus kordinasi dengan Dinas Kelautan. Begitu juga jika potensi pariwisata, ya harus sering kordinasi dengan Dinas Pariwisa agar lebih terarah," sebut Kabid PUED Meranti itu.
Untuk dia sangat berharap, pada tahun 2019 ini seluruh desa di Meranti sudah memiliki BUMDes. Pihak DPMD, kata Sabarudin, akan selalu siap membantu dan memfasilitasi desa untuk mendirikan Bumdes.
Sebelumnya, Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengimbau pemerintah desa dengan BUMDes-nya tidak hanya berkutat pada pada simpan pinjam saja. Harus bisa memperhatikan potensi sumber daya alam desa khususnya sektor pertanian dan perikanan.
"Jika sebelumnya hanya bergerak dibidang simpan pinjam kedepan harus dapat dimanfaatkan untuk mengembang potensi SDA di wilayah masing masing," ungkap Irwan.
Menurut bupati, Bumdes harus mampu berevolusi dari unit usaha yang bersifat tradisional dan monoton. "Jika perlu melirik potensi ekspor, pastinya akan memberikan efek lebih luas bagi peningkatan ekonomi masyarakat," ajak orang nomor satu Kepulauan Meranti itu. .(Humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan