Jembatan Lindes Tanjung Pisang-Mengkopot Diupayakan Permanen
Minggu, 24 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 57 detik.
Jembatan Lindes Tanjung Pisang-Mengkopot Diupayakan Permanen
MERANTI - Masyarakat pengguna jalan yang melewati jembatan lintas desa (Lindes) di Desa Mengkopot-Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putripuyu, Kepulauan Meranti, Riau, diminta bersabar.
Jembatan semi permanen yang kondisinya memprihatinkan ini, saat ini sudah masuk perencanaan detail bangunan atau Detail Engineering Design (DED) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk dibangun permanen.
"Jembatan di situ kan ada dua berdekatan. Jadi, ada dua yang akan dibangun nantinya. Dan keduanya sudah DED. Anggarannya, jembatan Tanjung Pisang Rp.50.032.547.000, dan jembatan Mengkopot Rp 39.723.072.000," kata Kabid Bina Marga DPU PRPKP Kepulauan Meranti, Herianto, Jum'at (22/3/2019).
Diakuinya, jembatan yang merupakan akses utama (jalan poros) menghubungkan antar desa, kecamatan, dan bahkan kabupaten (Bengkalis-Meranti) ini, kondisinya saat ini memang memprihatinkan. Dan, sudah banyak kali diusulkan oleh pihak desa maupun pihak terkait lainnya agar segera dibangun permanen.
"Ya, tergantung kekuatan anggaran nantinya. Apakah akan dikerjakan kabupaten atau provinsi. Sebab jalan dan jembatan tersebut kan sudah masuk jalan provinsi," ujarnya.
Pihaknya, kata Herianto, tetap berupaya mengusulkan agar jembatan penghubung puluhan desa di Desa Mengkopot-Tanjung Pisang itu bisa dibangun permanen. Mengingat, sangat dibutuhkan masyarakat banyak.
"Terlepas terealisasi apa tidaknya usulan itu nantinya, ya kewenangan ada di provinsi atau pemerintah daerah," jelas dia.
Disamping itu, Anggota DPRD Kepulauan Meranti yang juga tokoh masyarakat Desa Mengkopot, Pauzi SE, menaruh harapan besar kepada pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi untuk segera memperhatikan kondisi jembatan tersebut.
"Kita berharap, dua jembatan di Mengkopot dan Tanjung Pisang ini diperhatikan. Khususnya pemerintah provinsi, karena jalan dan jembatan tersebut kan sudah masuk jalan provinsi," ungkap Pauzi, Sabtu (23/3).
Jika memang nantinya dianggarkan melalui APBD Perubahan Provinsi Riau, menurutnya bulan Juni 2019 bisa dimasukkan, atau paling lambat APBD murni 2020.
"Mudah-mudahan gubernur baru kita komit dengan janji beliau untuk membantu Meranti yang notabenenya merupakan kabupaten muda atau baru," harapnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Tanjung Pisang, Seliyanto menyampaikan, jembatan Mengkopot dengan panjang 50 meter, lebar 5 meter, dan jembatan Tanjung Pisang panjang 35 meter, lebar 4 meter, saat ini kondisinya memprihatinkan. Dimana di bagian lantai yang dialas papan sudah banyak yang lapuk.
"Kami minta jembatan ini permanen. Artinya dibeton. Sebab, keberadaan jembatan itu paling penting bagi masyarakat. Apalagi, ada anak-anak sekolah dari desa Tanjung Pisang yang pergi dan pulang sekolah melewatinya," kata Seli.
Untuk sementara, lanjutnya, bagian lantai yang rusak diperbaiki oleh Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD). "Kita khawatir menghambat aktifitas dan mengancam keselamatan masyarakat yang melintas di atasnya," pungkas Seli.
(humas/008)
Kategori
Topik
Bagikan