Hindari Formalin, Warga Mesti Cerdas Milih Buah
Selasa, 13 November 2018. Waktu baca 1 menit 33 detik.
Hindari Formalin, Warga Mesti Cerdas Milih Buah
Selatpanjang - Isu tentang buah anggur diduga mengandung formalin yang tengah berkembang di akun media sosial (Medsos) belum lama ini, membuat masyarakat dibeberapa wilayah di Indonesia resah. Keresahan bahkan terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Seperti yang dikeluhkan Purwadi, warga Jl. Banglas, Selasa (13/11/2018) pagi. Ia mengaku sangat resah akan informasi itu. Walaupun dia juga tahu isu tersebut sudah lama berkembang.
"Kita khawatirnya hal itu sampai terjadi di tempat kita ini. Maklumlah, buah-buahan dari luar juga banyak masuk dan beredar di sini, " tuturnya.
Dia berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui instansi terkait agar segera merespon dan bertindak, terkait isu-isu yang beredar. Paling penting lagi memastikan dan mengecek kebenaran isu tesebut.
Kasi Kefarmasian Alkes dan PKRD Dinas Kesehatan Meranti, Efriadi S Farm Apt, yang dikonfirmasi, Selasa (13/11/2018), juga sudah mengetahui adanya isu tersebut. "Ya, isu ini kalau tak salah kemarin di Jambi beredarnya. Walaupun begitu, kita tetap antisipasi. Kalau memang ditemukan di Meranti bisa dikabari saja. Dan, masyarakat diharapkan agar bisa mengantisipasi, isu tersebut", kata Efriadi.
Dia mengajak masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti untuk cermat dan cerdas dalam memilih buah-buahan yang bersih akan bahaya formalin. Pada umumnya, buah-buahan yang diawetkan dengan formalin akan terasa keras saat disentuh. Selain itu, warna permukaan kulit buah yang mengandung formalin tidak berubah secara signifikan. Itu menandakan bahwa buah-buahan tidak cepat membusuk. Warnanya lebih cerah, mencolok dan terlihat tidak kusam.
"Buah-buahan berformalin biasanya tidak dikerumuni lalat, semut dan lebah. Jika buah masih memiliki ranting, perhatikan rantingnya. Jika rantingnya layu, namun buahnya masih segar, itu pertanda buah tersebut kemungkinan mengandung formalin," sebut Efriadi.
Kendati begitu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait jika ada temuan di lapangan.
"Kita tetap berkoordinasi dengan pihak terkait. Karena, pangan segar Pertanian yang punya peran. Semoga tidak ditemukan di Meranti," harap Efriadi (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Lingkungan dan Kesehatan
Topik
Bagikan