Dishub Maksimalkan Kelancaran Arus Lalu Lintas Depan SDN 08 Selatpanjang

Rabu, 12 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 53 detik.
image
Dishub Maksimalkan Kelancaran Arus Lalu Lintas Depan SDN 08 Selatpanjang

Selatpanjang - Hampir tiap hari, lalu lintas di penyeberangan Jalan Imam Bonjol depan SD Negeri 08 Selatpanjang terjadi kemacetan. Padatnya aktivitas pasar yang terlalu dekat menggunakan bahu jalan menjadi penyebabnya.

Pantauan di lapangan, terjadinya kemacetan mulai sekitar pukul 06.30 WIB, ketika para murid hendak berangkat ke sekolah (Senin-Jum'at). Jika lewat melalui jalan arah selatan, kemacetan disepanjang Jalan Imam Bonjol kira-kira lebih kurang 500 meter menuju ke sekolah.

Banyak pengunjung pasar yang memarkirkan kendaraan di tepi jalan ketika sedang berbelanja. Ditambah banyaknya pengguna jalan kaki. Maka terjadi kemacetan, walaupun tidak sampai menjelang siang.

Tidak hanya masyarakat umum, kondisi itu juga menjadi keluhan para guru dan murid SDN 8 Selatpanjang yang ingin berangkat ke sekolah. Mereka harus rela berjalan pelan-pelan sambil menunggu arus jalan kembali normal.

Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau melalui Dinas Perhubungan telah melakukan upaya memaksimalkan arus jalan, khususnya di penyeberangan jalan ke arah SDN 8 Selatpanjang.

"Kita (Dinas Perhubungan, red) telah melakukan pengawasan dan pengaturan arus Jalan Imam Bonjol yang kita fokuskan ke sekolah SDN 8 Selatpanjang," kata Kabid Darat, Azwan belum lama ini, (12/12/2018)

Menurut Azwan, pihaknya telah menempatkan petugas dikawasan terus tersebut. Sesuai dengan surat perintah yang berlaku setiap bulan sekali dilakukan rolling (pertukaran petugas).

"Ada dua personil untuk mengatur dan membantu kelancaran arus di penyeberangan jalan tersebut. Sampai mereka masuk sekolah, ya tugas kita selesai, begitu seterusnya. Itulah tugas tertentu dari fungsi Dishub untuk membantu kelancaran jalan tersebut," tutur Azwan lagi.

Dia juga mengakui, terdapat beberapa kendala yang menjadi persoalan dalam mengatur di Jalan Imam Bonjol. Salah satunya adalah tidak adanya lahan parkir untuk kendaraan bagi pengunjung pasar.

"Karena disitu suasana pasar, jadi sulit kita mengatur dan menertibkan parkir kendaraan. Bisa kita atur dengan menertibkan per bagian saja, namun tidak ada lahan, sebab semua kawasan rata-rata digunakan untuk berjualan," terang Azwan.

Soleh Udin, masyarakat Meranti yang sering melewati Jalan Imam Bonjol sangat mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengatur kemacetan di kawasan sekolah. Diakuinya, tiap hari dirinya mengantar adiknya ke sekolah dapat terbantu melalui jalan di kawasan tersebut. Karena, sudah ada petugas (Dishub) berjaga mengatur penyeberangan jalan ke  sekolah.

"Dulu, sebelum ada petugas, areal ini macet sekali saat ingin mengantarkan adik saya ke sekolah. Namun sekarang sedikit lumayan lah, sudah ada petugas. Jadi, kita mudah melalui jalan tersebut karena ada yang mengaturnya," ungkap Soleh.(MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti