Desa Bungur Produksi Minyak Kelapa Non Kolesterol
Jumat, 4 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 32 detik.
Desa Bungur Produksi Minyak Kelapa Non Kolesterol
MERANTI--Meski merupakan wilayah terluar yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, namun semangat masyarakat Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kab. Meranti, Riau, untuk berinovasi tetap tinggi. Buktinya, masyarakat di desa ini berhasil memproduksi minyak kelapa murni non kolesterol.
Seperti diungkapkan Ruslan Nahrawi, Ketua BKD (Badan Kerjasama Antar Desa) Bungur, yang juga penggagas Gerakan Meranti Berkibar (GMB). Lewat UKM, desanya telah berhasil mengolah kelapa menjadi minyak makan non kolesterol dengan kandungan protein lemak 0 %, sehingga aman dikonsumsi.
Menurut Ruslan, sistem pengolahannya juga sangat sederhana. Untuk menghasilkan mnyak kelapa murni nol kolesterol harus melalui proses penyulingan, sehingga menjadi minyak goreng nurni.
Rencananya, produk minyak makan murni non kolesterol ini akan dikembangkan secara home industri oleh BUMDES Bungur pada pertengahan tahun 2019. Sebagai persiapan, saat ini Desa Bungur juga telah mengirim 4 orang ibu rumah tangga untuk mengikuti pelatihan di Jogja.
"Meskipun desa kami sudah berhasil memproduksi minyak makan murni, kami dari BKD Desa Bungur berharap adanya dukungan dan perhatian dari Pemerintah Daerah", ungkap Ruslan.
Hal ini sangat penting dalam rangka menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya Rangsang Pesisir sebagai pusat pengembangan kawasan industri kelapa terpadu. Apalagi potensi dari sektor ini luar biasa. Selain menjadi minyak, air kelapa juga dapat diolah menjadi koko jel, cuka makan, juga kecap.
Selain itu, ketek blondo yang biasa disebut tahi minyak bahkan dapat pula diolah menjadi sosis dan naget. Sedangkan tempurung kelapa dapat diolah menjadi arang breket serta asap cair yang berguna sebagai pengawet kayu.
"Tetapi, semua potensi itukan harus terjaga. Tentunya dengan membangun tanggul untuk mencegah air laut masuk kedarat dan menggenangi kebun kelapa warga saat pasang keling", harap Ruslan.
Tentang ketersediaan bahan baku, di Desa Bungur saat ini terdapat kebun kelapa milik masyarakat seluas kurang lebih 200 HA. Senentara potensi pengembangan areal masih tersedia 500 Ha lahan yang saat ini sudah tahap penyusunan kelompok tani. Dengan ketersediaan lahan tersebut diperkirakan mampu memenuhi bahan baku untuk produksi ninyak makan murni.(Humas007).
Kategori
Topik
Bagikan