Delapan Bidan PTT Cadangan Sudah Ditugaskan
Selasa, 8 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 33 detik.
Delapan Bidan PTT Cadangan Sudah Ditugaskan
MERANTI - Sebanyak delapan orang Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) cadangan yang direkrut pada tahun 2018 lalu, akhirnya ditugaskan di masing-masing Puskesmas yang mengalami kekosongan.
"Delapan Bidan PTT cadangan ini disiapkan untuk menggantikan kalau ada yang mundur. Mereka tak perlu ikut tes, karena sudah diseleksi kemarin. Namun karena banyak terjadi kekosongan di beberapa Puskesmas, maka Bidan PTT cadangan ini kita panggil untuk mengikuti orientasi sebelum ditugaskan," kata Sekretaris Badan Kepegawaian (BKD) Kepulauan Meranti, Bakharuddin, Senin (7/1/2019).
Dikatakan Bakharuddin, kebutuhan akan Bidan PTT ini sangat banyak sesuai dengan permintaan Dinas Kesehatan. Untuk itu, Bupati pun mengarahkan untuk dilakukan perekrutan kembali pada APBD perubahan 2018.
"Karena waktu itu agak sempit. Maka, perekrutan pada anggaran APBD P tidak jadi dilakukan. Untuk menutupi kekurangan, delapan Bidan PTT cadangan itu diberdayakan," kata Bakharuddin.
Bidan PTT akan terus dipantau perkembangannya, melalui OPD terkait. BKD juga akan menerima laporan dari masyarakat, Kades, hingga Camat. Itu akan menjadi bahan evaluasi. Bagi yang melanggar ketentuan akan diberikan sanksi, termasuk pemberhentian.
"Kita pantau sepintas secara periodik. Jika tidak disiplin dalam jangka waktu tertentu, maka akan jadi catatan bagi kita untuk dilakukan teguran. Sampai saat ini belum ada laporan mengenai itu," ungkapnya.
Sebelumnya, seleksi Bidan PTT diikuti lebih 50 orang Bidan. Setelah mengikuti berbagai tahapan dan wawancara kearifan lokal, maka didapati 20 nama yang lolos seleksi. Keduapuluh nama bidan yang lulus tes PTT 2018 tertuang dalam pengumuman yang dikeluarkan BKD dengan nomor 810/PP-BIDANPTT/009. Sedangkan delapan peserta yang lain, dijadikan cadangan untuk sewaktu-waktu bisa direkrut andai dibutuhkan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Asrul Meldi mengatakan, kedelapan Bidan PTT cadangan itu sudah mengikuti orientasi dan pelatihan di Puskemas terdekat dari tempat tugas mereka serta mengikuti pelatihan standarisasi asuhan persalinan normal (APN). Hal itu dimaksudkan untuk pengenalan lingkungan tugas sebelum benar-benar bertugas.
"Mereka sudah mengikuti orientasi sebulan yang lalu. Sebelum penempatan di wilayah tugasnya, terlebih dahulu diberikan pelatihan. Jadi, mereka betul-betul matang saat kembali ke tempat bertugas," kata Asrul Meldi. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan