Dana Desa Meningkat, Desa Harus Bisa Mandiri

Senin, 7 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 42 detik.
image
Dana Desa Meningkat, Desa Harus Bisa Mandiri

SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir mengharapkan seluruh desa bisa mandiri dengan potensi yang ada di masing-masing desa.

Dicontohkan Irwan, banyaknya potensi wisata yang ada di desa, diharapkan mampu memberikan multiplier effects bagi berkembangan potensi lain dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya mengarahkan pemanfaatan dana desa untuk meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan berbagai unit usaha.

“Ini salah satu potensi yang cukup besar dan sangat potensial untuk dikembangkan. Misalnya, dikelola melalui BUMdes," ungkap Irwan.

Irwan juga menyadari bahwa untuk mewujudkan hal tersebut memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Diperlukan proses edukasi panjang untuk menumbuhkan kemampuan berinovasi dan bertindak sesuai dengan kondisi lingkungannya. Menurut dia inovasi menjadi instrumen dan modal penting dalam mempercepat pembangunan desa.

"Saya berharap agar semua elemen ini dapat bahu-membahu, bersama-sama dalam mewujudkan kemandirian desa," ungkap Irwan.

Dengan begitu, diharapkan desa bisa mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya kepada pemerintah daerah. "Dengan meningkatnya jumlah dana di kas desa, maka diharapkan akan mendorong kemandirian desa. Pembangunan di desa tidak lagi bergantung kepada Pemda," tambah Irwan.

Sebelum program dana desa dikucurkan pemerintah pusat, Pemkab Kepulauan Meranti bahkan sudah terlebih dahulu mengalokasikan sekitar Rp 500 juta per desa setiap tahunnya. Dengan adanya bantuan dari pusat, maka saat ini total bantuan sekitar Rp1,5 miliar mengucur setiap tahun di setiap desa di Meranti.  

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, H Edi M Nur mengatakan untuk menjawab itu semua BUMdes dituntut mampu berperan secara maksimal. Banyak potensi desa yang bisa dikelola melalui BUMdes. Dan, sudah saatnya desa bisa menghasilkan pendapatan.

Menurut Edi, dalam melaksanakan BUMdes tersebut pihaknya bahkan sudah memberikan pemahaman kepada seluruh desa. Termasuk melihat pengelolaannya yang sudah berjalan baik disejumlah wilayah di luar Meranti.

"Banyak yang bisa dikelola BUMdes. Desa bisa memiliki pendapatan. Jika pengelolaannya baik, saya yakin nantinya desa bisa lebih mandiri", ucap Edi.

Dia berharap, para Kades jeli dalam membuat kebijakan dalam menciptakan peluang ekonomi. Harus mampu berpikir global menggali potensi desa. Termasuk membuat perencanaan dan dilaksanakan.

"Dana awal BUMDes berasal dari desa atau penyertaan modal masyarakat dan melalui keuntungan inilah yang digunakan untuk membangun desa," ungkap Edi. (Humas/002)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti