Camat Tebingtinggi Tinjau Lokasi Pembangunan Embung
Senin, 25 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 30 detik.
Camat Tebingtinggi Tinjau Lokasi Pembangunan Embung
MERANTI - Camat Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Helfandi melakukan peninjauan tanah hibah di Desa Alahair Timur, Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Peninjauan yang dilakukan Jumat, (22/03/2019) juga didampingi Pihak BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, Kades Alahair Timur dan Bhabinkamtibmas. Rencananya, di lahan tersebut akan dibangun embung pada tahun 2019 melalui BPBD Meranti.
Helfandi mengatakan, tanah hibah itu merupakan tanah dari masyarakat setempat yang diserahkan kepada pihak desa. Oleh pemerintah, kemudian digunakan untuk kepentingan pembangunan embung dengan ukuran 15x17 meter.
''Dengan adanya peninjauan semalam, mudah-mudahan tahun ini sudah dibangun (embung, Red). Embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan air dan menjadi sumberair irigasi pada musim kemarau, bahkan berguna disaat Karlahutla seperti sekarang, '' kata Camat.
Dijelaskan Helfandi, lokasi tanah hibah tersebut di Jalan Perumbi, Desa Alahair Timur. Dia juga berharap kepada pemilik tanah yang luas di lokasi tersebut juga bisa membuat embung sebagai batas tanah mereka.
''Di sana tanah mereka banyak semak atau tidak diolah. Dan, semalam saya sudah perintahkan kepada Kades saat di lapangan untuk menyampaikan kepada pemilik atau keluarga yang punya tanah di sana agar bisa membuat embung, '' harapnya.
Jika embung tersebut sudah dibuat, otomatis sumber air gampang didapatkan. Dan, keberadaan embung tentunya bisa mengatasi Karlahutla yang berada di lokasi, '' tambahnya.
Sutrisno, Kepala Desa Alahair Timur ketika dikonfirmasi lewat telpon genggam mengatakan, tanah tersebut sudah lama dihibahkan dari masyarakat untuk desa. Mengingat di lokasi tersebut belum ada embung, maka dirinya kangsung mengusulankan pembangunan embung kepada BPBD Meranti.
''Kalau embung belum ada, tapi kalau kanal kecil ada di samping kantor desa. Jadi, kami berharap pembuatan embung segera dilakukan dan hal ini mengingat musim kemarau,'' katanya.
Selain itu, Sutrisno mengakui kalau selama ini pihaknya sudah menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengolah kahan dengan cara membakar. Bahkan, sepanduk himbauan juga sudah sejak lama terpasang di lokasi.(Humas /013).
Kategori
Topik
Bagikan