Bupati Minta Presiden Tepati Janji: Prioritaskan Daerah Perbatasan
Senin, 31 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 23 detik.
Bupati Minta Presiden Tepati Janji: Prioritaskan Daerah Perbatasan
Selatpanjang - Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, menilai Pemerintah Pusat belum serius mewujudkan nawa cita Presiden Jokowi terkait pembangunan daerah perbatasan. Ini terlihat dari minimnya alokasi dana pembangunan dari pemerintah pusat untuk Meranti. Padahal,
Meranti adalah beranda terdepan Republik Indonesia
"Semoga Pemerintah Pusat dapat memberi harapan baru bagi kami agar masuk dalam program rencana induk pembangunan. Supaya kami tidak merasa asing berada di NKRI. Meranti sebagai bagian dari Indonesia juga ingin merasakan apa yang daerah lain rasakan," tutur Irwan Nasir, (31/12/2018)
Menurut orang nomor satu di Meranti tersebut, ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Ketiganya yakni, masalah infrastruktur dasar seperti jalan poros, listrik, air bersih, dan pemukiman.
"Untuk pembangunan Infrastruktur kami berharap pusat dapat ikut membangun Meranti karena jika mengharapkan APBD daerah di tengah terjadinya rasionalisasi anggaran dinilai amat sulit," ujar Bupati.
Masalah listrik, dikatakan Bupati, sejak tahun 2009 Pemda Meranti telah membangun infrastruktur listrik di 63 wilayah desa. Meski begitu, Meranti masih membutuhkan perhatian pusat untuk membantu meningkatkan elektrifikasi khususnya di daerah terisolir.
"Peningkatan elektrifikasi di wilayah perbatasan ini dapat dijadikan agenda induk pemerintah pusat untuk diterapkan di daerah perbatasan. Agar daerah perbatasan bisa terang dan tidak malu jika dilihat oleh negara tetangga yang terang benderang sementara kita gelap gulita," jelasnya.
Lebih lanjut, Irwan juga berharap pemerintah pusat dapat menyelesaikan masalah tata ruang daerah perbatasan. Pemerintah pusat perlu meninjau Tata Ruang Nasional yang menyebutkan pulau-pulau terluar masuk dalam kawasan hutan. Penggolongan pulau-pulau terluar dalam kawasan hutan ini menyulitkan gerak pemerintah daerah dalam pembangunan.
"Memang pemanfaatan lahannya bisa sebagai kawasan pertanian. Namun, upaya yang dilakukan belum maksimal karena belum tersedia infrastruktur pendukung seperti akses jalan untuk membawa hasil produksi pertanian," jelasnya. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan