Bupati : Guru Harus Profesional
Senin, 31 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 35 detik.
Bupati : Guru Harus Profesional
MERANTI - Setiap guru harus meningkatkan profesionalisme dan kompetensinya. Sebab, tantangan dunia pendidikan semakin berat di era digital seperti ini.
"Diperlukan guru yang profesional, guru yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang supercepat. Untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar," ujar Bupati.
Namun, meskipun teknologi informasi telah berkembang pesat dan menyediakan sumber pengetahuan yang berlimpah, tugas guru sebagai pendidik tidak tergantikan.
"Profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian, guru tidak hanya bertugas untuk mentransfer ilmu kepada peserta didiknya," sebutnya.
Ia menambahkan, pada tahun depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan sistem zonasi untuk pemerataan kualitas pendidikan. Salah satu targetnya, ialah perluasan akses, pemerataan mutu dan percepatan peningkatan kualitas guru. Sistem zonasi juga untuk memudahkan penanganan dan pengelolaan guru.
"Mulai dari distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karier dan penyaluran bantuan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dilakukan guru," jelas orang nomor satu di Meranti itu.
Untuk itu, dikatakan Bupati Irwan, peran guru sangat strategis dan penting dalam upaya keningkatkan SDM di Indonesia, agar tidak terus tertinggal dari negara lain Bupati juga menghimbau semua guru di Kepulauan Meranti dapat meningkatkan kompetensi, inovasi dan kreatifitas dalam memajukan dunia pendidikan Meranti.
Sekedar informasi sesuai Data Bank Dunia yang di rikis 11 November lalu, Indonesia baru menempati posisi ke-87 dari 157 negara dalam Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index) 2018. Pada indeks itu, skor yang dimiliki Indonesia ialah 0,53.
Arti dari skor 0,53 ialah bahwa setiap anak di Indonesia hari ini memiliki 53 persen kesempatan untuk bertumbuh, dengan catatan menuntaskan pendidikan dan dapat akses penuh pada layanan kesehatan.
Skor Indonesia masih lebih baik ketimbang sejumlah negara lain yang memiliki penghasilan menengah ke bawah dengan rata-rata 0,48. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Timur dan Asia Pasifik, posisi Indonesia masih lebih rendah mengingat rata-rata skor negara itu sebesar 0,62.
Apabila dilihat di konteks Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dari Singapura (0,88), Vietnam (0,67), Malaysia (0,62), Thailand (0,60), dan Filipina (0,55).
"Saya berharap, ke depan, guru-guru di Kabupaten Kepulauan Meranti bisa menjadi guru yang bermartabat, cemerlang dan gemilang," pungkasnya. *
Kategori
Topik
Bagikan