Buat Pupuk Dari Sampah Rumah Tangga
Rabu, 31 Juli 2019. Waktu baca 1 menit 44 detik.
Buat Pupuk Dari Sampah Rumah Tangga
MERANTI – Sampah yang dibuang masyarakat setiap harinya tidak semuanya tak bermanfaat. Sebagiannya masih bisa didaur ulang untuk dijadikan pupuk.
Melihat peluang itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) di Desa Alahair Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menggelar sosialisasi cara pembuatan pupuk kompos dari rumput kering dan sampah rumah tangga pada Selasa, (30/07/2019). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Alahair Timur merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa. Kegiatan ini juga sebagai peningkatan pengetahuan masyarakat untuk memanfaatkan limbah disekitarnya yang masih bisa didaur ulang.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Andarini Diharmi mengatakan, dengan diadakannya sosialisasi ini masyarakat bisa lebih mengerti bagaimana cara pemanfaatan bahan limbah untuk pembuatan pupuk organik.
"Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang pertanian. Khususnya masyarakat Desa Alahair Timur,"katanya.
Ia juga menjelaskan, dalam pembuatan pupuk organik atau pupuk kompos ini bahan-bahannya cukup mudah didapatkan. Terlebih bahan utama pembuatan pupuk, yakni EM4 sudah tersedia di Kepulauan Meranti.
"Bahan-bahannya tidak susah, masyarakat bisa menggunakan rumput-rumput kering dan sayuran layu sisa rumah tangga. Tapi saat ini, karena mahasiswa kita tidak ada asam dari sampah sisa rumah tangga, maka kita gunakan belimbing wuluh. Setelah itu, kita tambahkan EM4 dan gula pasir agar prosesnya lebih cepat," jelasnya.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Dedi Putra, mengapresiasi kegiatan ini karena berdampak positif bagi masyarakat. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan limbah-limbah rumah tangga yang masih bisa di daur ulang sehingga tidak bergantung pada pupuk buatan. Kedepannya, Dedi mengharapkan masyarakat bisa mengolah sampah sendiri yang dimulai dari rumah tangga.
"Mudah-mudahan kedepannya bisa berkembang sehingga masyarakat bisa menyediakan pupuk sendiri dan tidak lagi ketergantungan dengan pupuk buatan. Karena ini sampah organik, sampah rumah tangga yang mudah diolah,"kata Dedi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Hendra Putra juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa Kukerta UNRI tersebut. Menurutnya, selain dijadikan pupuk kompos atau organik, sampah rumah tangga bisa dijadikan bahan produk sandang yang bernilai tinggi.
"Banyak kita lihat di televisi, sampah-sampah rumah tangga berupa plastik bekas bungkusan deterjen bisa dijadikan tas dan lain-lain. Banyak sekali manfaat jika kita bisa mengembangkan kreatifitas," akunya. (humas/022)
Kategori
Topik
Bagikan