Berkat Bupati, 13 Desa di Meranti Rasakan Program Baznas Pusat

Kamis, 15 November 2018. Waktu baca 2 menit 34 detik.
image
Berkat Bupati, 13 Desa di Meranti Rasakan Program Baznas Pusat
Selatpanjang - Sebanyak 13 desa di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti masuk dalam program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat lewat Zakat Community Development (ZCD). Program ini meliputi kegiatan sosial, keagamaan, sektor pertanian dan peternakan, perikanan serta usaha produktif lainnya.
 
Ketua Baznas Provinsi Riau, H Yurnal Edward mengungkapkan keberhasilan program tersebut hingga ditetapkannya Kepulauan Meranti sebagai pilot project program ZCD tidak terlepas dari peran kepala daerah.
 
"Bupati (Irwan, red) kami nilai sangat gigih dan rajin menjemput bola. Sehingga untuk Propinsi Riau, Kepulauan Meranti menjadi daerah yang pertama. Di seluruh Indonesia, terdapat 524 kabupaten/ kota yang mengajukan program ini," kata Yurnal, Kamis (15/11/2018)
 
Adapun 13 desa yang merasakan program ZCD Baznas itu, 11 desanya berada di Kecamatan Pulau Merbau, 1 desa di Kecamatan Rangsang Pesisir yakni Desa Beting, 1 desa lainnya berada di Kecamatan Tebing Tinggitinggi Timur yakni Desa Tanjung Sari. 
 
"Total nilai Zakat yang akan disalurkan untuk keseluruhan mencapai Rp 11 miliar," ujarnya.
 
Berkat kegigihan itu pula, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan M.Si meraih Baznas Award bersama dua bupati lainnya di Indonesia. Dia dinilai sangat berkomitmen dalam meningkatkan penerimaan zakat di Meranti yang dikelola oleh Baznas kabupaten.
 
"Dukungannya diwujudkan dalam bentuk mengalokasikan hibah untuk Baznas lewat APBD Meranti. Inilah yang menjadi indikator penilaian Baznas Pusat yang mengantarkan Bupati Irwan meraih Baznas Award 2018," jelas Ketua Baznas Provinsi Riau itu.
 
Ketua Baznas Kepulauan Meranti, Sunarto S.Ag didampingi Ketua II Bagian Pendistribusian Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Meranti, H Abdul Karim Zainuddin mengatakan nilai zakat yang akan disalurkan tersebut mencapai Rp 11 miliar setiap tahunnya. Untuk realisasinya setiap desa akan mendapat jumlah yang bervariasi tergantung usulan yang disampaikan.
 
"Tujuan Baznas untuk mengurangi angka kemiskinan. Minimal mereka tidak lagi menjadi mustahik (penerima zakat, red). Nantinya akan direalisasikan melalui program sesuai permintaan warga yang akan dikoordinir dan dibina langsung oleh Baznas," ujarnya. 
 
Lebih lanjut dikatakannya, keberhasilan program ZCD ini akan menjadi percontohan bagi Kabupaten/ kota lainnya di Propinsi Riau.
 
"Kita menjadi yang perdananya di Riau. Untuk itu bantuan melalui program yang telah disalurkan ini harus berhasil, karena jika tidak kabupaten/ kota lainnya akan terkena imbas dan tidak akan mendapatkan bantuan yang telah diajukan," kata Sunarto.
 
Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir berharap bantuan program ZCD yang disalurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi. Namun karena bantuan tersebut sifatnya sangat terbatas, Baznas Meranti harus menseleksi lebih ketat desa penerima.
 
"Bantuan ini berasal dari Baznas Pusat untuk masyarakat. Jadi tidak ada unsur politik. Andaipun ada pihak-pihak yang mengkaitkannya jangan direspon, karena yang terpenting saat ini adalah aksi konkrit dan real bagaimana bisa berbuat baik dan bermanfaat bagi masyarakat," tutur Bupati Irwan.
 
Untuk tahap awal bantuan program ZCD, dari 13 desa baru lima desa yang sudah terealisasi.
Adapun total anggaran untuk lima desa tersebut sesuai kebutuhan dan jumlah mustahiq mencapai Rp 2,9 miliar. Kelima desa itu yakni, Desa Tanjung Sari, Desa Beting, Desa Semukut, Desa Centai, dan Desa Pangkalan Balai.
 
Rincian bantuan untuk lima desa tersebut terdiri dari 485 jaring nelayan, 144 ekor Kambing, 56 ekor Sapi, dan 35 unit Kapal Pompong, 116 unit Penampung Air Hujan (PAH), 6 unit MCK, serta 20 unit komputer (MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti