Bentuk BKR, Letkol Hasan Basri Jadi Pahlawan Nasional Asal Meranti
Selasa, 25 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 42 detik.
Bentuk BKR, Letkol Hasan Basri Jadi Pahlawan Nasional Asal Meranti
Selatpanjang - Generasi muda Meranti mungkin masih asing dengan nama Hasan Basri. Meskipun namanya sudah tercatat sebagai Pahlawan Nasional sejak tahun 1959 dan diabadikan sebagai nama satu ruas jalan di Pekanbaru. Siapakah dia?
Hasan Basri lahir di Desa Meranti Bunting, Kecamatan Merbau, pada 8 April 1927. Ia menjadi tentara dengan pangkat Letnan Kolonel.
Pada tanggal 1 November 1945, ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur Militer Wilayah Riau, Letkol Hasan Basri membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Selatpanjang. BKR ini berada di bawah Karesidenan Riau.
Hal itu ia lakukan karena, di matanya, Selatpanjang sangat rawan. Sebab, jumlah pendatang lebih banyak dibanding penduduk asli. Untuk itu, perlu dibentuk sebuah angkatan bersenjata dengan persenjataan lengkap. Angkatan bersenjata ini bertugas menjaga stabilitas keamanan sekaligus menunjukkan bahwa militer Indonesia telah terbentuk dan kuat.
Kompi Selatpanjang tersebut diresmikan dengan Kapten Marahalim Harahap sebagai Komandan Kompi. Kapten Marahalim Harahap merupakan teman sekelas Letkol Hasan Basri ketika bersekolah di Taman Siswa Selatpanjang pada tahun 1932.
Sebelumnya, Kapten Marahalim Harahap ditugaskan di Bengkalis. Secara hierarki, Kompi Selatpanjang ini berada di bawah komando Batalyon II Bengkalis.
"Kompi (Selatpanjang) ini Kompi II Batalion II Resimen IV Divisi II Sumatera Tengah. Dalam perkembangannya berubah menjadi TKR, TRI dan kemudian TNI," ujar Abdullah, Kepala Seksi Sejarah, Kepurbakalaan, dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, (25/12/2018)
Semasa hidupnya, Letkol Hasan Basri banyak mendapat tanda jasa. Diantaranya, Gelar Penghormatan Veteran Perjuangan Kemerdaan RI Tahun 1981, Lencana Cikal Bakal TNI Tahun 1977 dari Soeharto, Penghargaan Kesatuan Jong Air Pendarat, Anugerah Tanda Jasa Pahlawan Kesatuan Batalion Air Tahun 1959 oleh Soekarno, dan Anugerah Medali Sewindu Angkatan Perang.
Sementara gelar Pahlawan Nasional ia sandang sejak 17 Agustus 1959. Ini berdasarkan Sertifikat Penganugerahan Tanda Jasa Pahlawan No. 30897 yang ditandatangani oleh Presiden Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI, Soekarno.
Letkol Hasan Basri tutup usia di RSUD Koja, Jakarta, pada 2 Agustus 1995. Ia meninggalkan 8 orang anak yang semuanya kini bermukim di Jakarta.
"Saya tahu beliau itu pahlawan nasional ketika berkunjung ke salah satu kediaman anak beliau di Jakarta," ujar Abdullah.
Abdullah berjanji, pihaknya akan menggali lebih banyak lagi data tentang Letkol Hasan Basri. Supaya kelak bisa dibukukan dan menjadi kebanggaan masyarakat Meranti.(MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan