Asisten I : Photografer, Hobi Yang Dibayar
Kamis, 14 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 60 detik.
Asisten I : Photografer, Hobi Yang Dibayar
MERANTI - Semakin berkembangnya zaman, banyak kemajuan teknologi yang tampak pada gaya hidup masyarakat sekarang ini. Salah satunya fotografi. Seakan mewabah dan terus menjamur pada kalangan milenial, bahkan banyak tercipta komunitasnya.
Selain dijadikan hobi untuk gaya hidup, fotografi ternyata banyak menuai hasil untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jika menguasai dan memiliki skill dalam memotret, hobi tersebut bisa terbayarkan oleh pundi-pundi rupiah.
Asisten I Setda Kepulauan Meranti, Syamsuddin mengakui sangat mengerti soal fotografi. Walaupun tidak banyak ilmu pengetahuan yang ia tahu tentang cara memotret. Tapi, jika hobi fotografi sangat ditekuni, bakal jadi keuntungan yang sangat besar.
"Contoh seperti waktu wisuda anak saya saat mau foto keluarga, 3 petik foto saja harus membayar Rp 650 ribu. Melihat itu, fotografer menjadi hobi yang dibayar. Oleh karena itu, wabah ini yang perlu disosialisasi dan ditingkatkan dari instruktur fotografer yang berbakat," ujarnya dalam pembukaan Workshop dan Lomba Photography se Kepulauan Meranti, di ballroom AKA Meranti Hotel, Senin (11/3/2019) malam.
Dengan begitu, melalui pelatihan workshop ini ia berharap akan tercipta peluang ekonomi dan kreatif masyarakat di Meranti yang baru. Sehingga nantinya bisa menjadi modal dalam meningkatkan ekonomi melalui karya fotografi.
"Mudah-mudahan workshop ini bermanfaat dan dapat aplikasikan di setiap kecamatannya masing-masing. Jadi akan berdampak bagi masyarakat yang minat akan hobi fotografi ini, jika sudah tahu, pasti mendapat keuntungannya," sebut Syamsuddin.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 Kepulauan Meranti, Rizky Hidayat mengatakan, workshop yang dilaksanakan intinya untuk peningkatan ekonomi. Jadi, yang akan dilatih nantinya bisa membuat usaha dan dikembangkan di kecamatannya masing-masing.
"Positifnya akan tercipta seorang photografer profesional dan handal yang bakal mewakili daerahnya. Peserta inilah orangnya nanti. Maka yang saya harapkan pelatihan ini, ilmunya dapat dikembangkan dan ditransfer, cari orang yang hobi foto," katanya.
Menurutnya, upaya ini merupakan peluang usaha yang dapat dikembangkan. Contohnya, seperti foto wedding, foto model, dan sebagainya. Itu usaha yang sudah tampak menuaikan hasil dan keuntungan.
"Kami harapkan yang seperti itu. Melalui pelatihan ini bisa gak berkembang, kalau berkembang nanti kita akan buat yang lebih besar lagi," tambah dia.
Mengenai workshop, Disparpora sebagai pihak penyelenggara memberikan materi dari instruktur fotografi kepada peserta. Setelah mengetahui semua materi yang telah diberikan, akan langsung dilombakan.
"Kenapa kita lombakan, supaya kita tahu kualitas dari peserta yang kita latih ini. Bagaimana hasilnya bagus atau tidak. Nanti dievaluasi oleh tim pengajar, kalau berhasil maka akan berguna bagi kita semuanya," terang Kepala Disparpora Kepulauan Meranti itu.
Workshop dan Lomba Photography 2019 se-Kepulauan Meranti ini diikuti dua peserta dari masing-masing kecamatan di Kepulauan Meranti.(Humas/005)
Kategori
Topik
Bagikan