20 Orang Bidan Lulus Tes PTT, Cadangan 8 Orang

Jumat, 24 Agustus 2018. Waktu baca 1 menit 26 detik.
image
20 Orang Bidan Lulus Tes PTT, Cadangan 8 Orang

Selatpanjang - Sebanyak 20 orang bidan di Kepulauan Meranti berhasil lolos pada seleksi penerimaan Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) tahun 2018. Delapan peserta yang lain, dijadikan cadangan dan sewaktu-waktu bisa direkrut andai dibutuhkan.

Menurut Bakharuddin, saat seleksi diikuti lebih 50 orang Bidan. Setelah mengikuti berbagai tahapan dan wawancara kearifan lokal pada Bulan Mei 2018, maka didapati 20 nama yang lolos seleksi. 20 nama-nama bidan yang lulus tes PTT 2018 diumumkan, Jumat (24/8/2018) lalu. Tertuang dalam pengumuman yang dikeluarkan BKD dengan nomor 810/PP-BIDANPTT/009.

Kata Bakharuddin lagi, 20 Bidan PTT ini mulai aktif di daerah tugasnya terhitung September 2018. "Makanya kita percepat pengumuman," ujar Bakharuddin.

Disampaikan Bakharuddin, selain 20 itu, ada 8 bidan lainnya dijadikan cadangan. Mereka akan menggantikan andai ada yang mengundurkan diri. "Cadangan akan menggantikan kalau ada yang mundur. Mereka tak perlu ikut tes, karena sudah diseleksi kemarin," kata Bakharuddin lagi.

Untuk bidan yang lulus tes PTT, akan mengabdi di daerah-daerah sekitar 2 tahun. Jika mereka ingin pindah, maka status PTT nya langsung hilang dengan sendirinya. Sebab, tambah Bakharuddin, gaji untuk desa sesuai yang tertuang di SK

Kemarin, ada sekitar 57 bidan yang ikut tes PTT. Seleksi ini, selain mencukupi kebutuhan daerah, juga tergantung kekuatan anggaran.

Bidan PTT akan terus dipantau perkembangannya, melalui OPD terkait. BKD juga akan menerima laporan dari masyarakat, Kades, hingga Camat. Itu akan menjadi bahan evaluasi. Bagi yang melanggar ketentuan akan diberikan sanksi, termasuk pemberhentian.

Ditambahkan Sekretaris Diskes Kepulauan Meranti, Asrul Meldi, sebelum dikirim ke wilayah tugasnya, Bidan PTT terlebih dahulu dikirim ke Pekanbaru. Mereka harus mengikuti pelatihan standarisasi asuhan persalinan normal (APN). "Jadi 20 bidan tersebut merupakan bidan yang terbaik, tidak hanya dari segi profesi, namun menguasai kearifan lokal di Meranti," kata Asrul Meldi.

"Sebelum penempatan di wilayah tugasnya, terlebih dahulu diberikan pelatihan. Jadi, mereka betul-betul matang saat kembali ke tempat bertugas," tambahnya. (MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti